Terjemahan H. Rackham (1914) berbunyi seperti ini: "Nor again is
there anyone who loves or pursues or desires to obtain pain of itself,
because it is pain, but because occasionally circumstances occur in
which toil and pain can procure him some great pleasure. To take a
trivial example, which of us ever undertakes laborious physical
exercise, except to obtain some advantage from it? But who has any right
to find fault with a man who chooses to enjoy a pleasure that has no
annoying consequences, or one who avoids a pain that produces no
resultant pleasure?"
Dalam bahasa Indonesia, kalimat di atas diterjemahkan: "Demikian pula,
tidak adakah orang yang mencintai atau mengejar atau ingin mengalami
penderitaan, bukan semata-mata karena penderitaan itu sendiri, tetapi
karena sesekali terjadi keadaan di mana susah-payah dan penderitaan
dapat memberikan kepadanya kesenangan yang besar. Sebagai contoh
sederhana, siapakah di antara kita yang pernah melakukan pekerjaan fisik
yang berat, selain untuk memperoleh manfaat daripadanya? Tetapi
siapakah yang berhak untuk mencari kesalahan pada diri orang yang
memilih untuk menikmati kesenangan yang tidak menimbulkan akibat-akibat
yang mengganggu, atau orang yang menghindari penderitaan yang tidak
menghasilkan kesenangan?"
Tidak ada komentar :
Posting Komentar